GAMBARAN PASIEN YANG MENJALANI PROSEDUR BEDAH EMERGENSI DI RSBS BATARA SIANG KABUPATEN PANGKEJENE DAN KEPULAUAN
DOI:
https://doi.org/10.1234/jkn.v2i1.144Kata Kunci:
bedah emergensi, kasus trauma, kasus non-traumaAbstrak
Bedah emergensi dilakukan dalam keadaan sangat darurat untuk menghindari komplikasi lanjut dari proses penyakit atau untuk menyelamatkan jiwa pasien. Data mengenai pasien bedah emergensi di berbagai pusat kesehatan di Indonesia masih sangat kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran pasien yang menjalani prosedur bedah emergensi di IGD Bedah RSBS Batara Siang Kabupaten Pangkejen dan Kepulauan.. Jenis penelitian ialah deskriptif retrospektif, menggunakan data rekam medik pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 540 pasien, didapatkan pasien terbanyak dari golongan usia dewasa (18-59 tahun) yaitu 343 pasien (63,5%), jenis kelamin laki-laki 366 pasien (67,8%), dan kasus non-trauma 436 pasien (80,4%). Kasus trauma terbanyak yaitu epidural hemorrhage pada 23 pasien (4,3%) sedangkan kasus non trauma terbanyak chronic kidney disease pada 122 pasien (22,6%). Menurut jenis tindakan operasi yang terbanyak ialah insersi CDL dan laparotomy, masing-masing 131 pasien (24,3%). Simpulan penelitian ini ialah pasien yang menjalani prosedur bedah emergensi terbanyak ialah usia 18-59 tahun, jenis kelamin laki-laki, dan jenis kasus non-trauma.
Kata kunci: bedah emergensi, kasus trauma, kasus non-trauma
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Herman

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.