FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT IBU DALAM PEMILIHAN ALAT KONTRASEPSI IUD DI WILAYAH PUSKESMAS LIKUPANG
DOI:
https://doi.org/10.1234/jupengmas.v2i2.119Kata Kunci:
minat ibu, kotrasepsi IUDAbstrak
Program Keluarga Berencana (KB) adalah salah satu upaya utama pemerintah Indonesia untuk mengendalikan pertumbuhan penduduk dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Salah satu metode kontrasepsi yang diandalkan dalam program ini adalah Intra Uterine Device (IUD). IUD dikenal karena efektivitasnya yang tinggi dan kemudahan penggunaannya dalam jangka panjang tanpa memerlukan intervensi rutin. Meskipun memiliki banyak manfaat, tingkat penggunaan IUD di Indonesia masih tergolong rendah dibandingkan dengan metode kontrasepsi lainnya.
Sikap dan persepsi ibu terhadap IUD memainkan peran penting dalam pemilihan alat kontrasepsi IUD. Di Minahasa Utara khususnya di wilayah kerja Puskesmas Likupang, ada nilai-nilai dan norma budaya yang kuat yang mempengaruhi pilihan kontrasepsi. Beberapa masyarakat lebih memilih metode yang dianggap sesuai dengan tradisi atau pandangan mereka. Metode kontrasepsi yang lebih dikenal dan dianggap aman, seperti implan atau suntik, menjadi lebih diterima secara budaya dibandingkan dengan IUD, yang mungkin dianggap kurang familiar atau tidak sesuai dengan nilai-nilai lokal. Mahmudah dan Istiqamah (2023) dalam penelitiannya menemukan bahwa ada pengaruh sikap (pvalue 0,033) terhadap minat ibu untuk memilih metode kontrasepsi IUD (Jurnal et al., 2023). Putri dan Raudhatun (2021) dalam penelitiannya mengatakan terdapat hubungan yang signifikan antara persepsi (ρ=0,001) dengan minat PUS menggunakan IUD di Puskesmas Darul Imarah (Santy & Za, 2021).
Selain itu, pengaruh informasi yang diterima ibu melalui berbagai media saluran komunikasi turut membentuk sikap dan persepsi mereka terhadap IUD. Magdalena & Donal (2021) menemukan bahwa media informasi memiliki peran signifikan dengan nilai p value (sig) 0,99 < 0.05, OR 0,00 terhadap minat ibu dalam memilih kontrasepsi IUD (Pardosi et al., 2021)
